Ikan menga | ikan air tawar yang menempel di batu
Menelusuri aliran sungai Cipatujah yang berada di kabupaten tasikmala ini. Saya terkejut dengan masih asrinya sungai Cipatujah ini. Di sepanjang sungai yang masih asri ini saya melihat berbagai pepohonan yang tumbuh lebat dan riuhnya suara burung liar yang merdu. Sesekali saya melihat burung yang belum saya jumpai sebelumnya, ada yang kecil sampai yang besar pun hinggap untuk sekedar meminum air sungai yang jernih , Bahkan saya pun beruntung melihat burung elang Jawa yang sudah langka.Karena masih terjaganya sungai, saya selalu melihat masyarakat yang sedang memancing dengan hasil tangkapan yang lumayan banyak , masyarakat banyak memanfaatkan air sungai Cipatujah ini untuk mandi,mencuci,dan untuk air minum. Karena itu masyarakat sekitar sangat menjaga sungai ini.
Saya berkesempatan melihat hasil tangkapan masyarakat sekitar yang membuat saya terkejut ,dengan ikan yang bisa menempel di bebatuan sungai yang licin , masyarakat sini menyebutnya ikan menga , saya belum pernah melihat ikan jenis ini , ikan ini mempunyai alat hisap di bagian perutnya yang mirip tentakel gurita yang berguna untuk menempel di bebatuan . Bentuknya mirip ikan lele namun tidak mempunyai patil dan kumis. Ikan ini banyak di buru masyarakat untuk lauk makan , rasanya yang enak dan mudahnya menangkap ikan ini menjadikan favorit warga sekitar. Dan cara untuk menangkap ikan ini dengan setrum atau jala ikan , karena ikan ini susah di pancing.
Posting Komentar untuk "Ikan menga | ikan air tawar yang menempel di batu"